Awal mula Team on IT Mission on Papua berawal dari pembicaraan P. Gatot HP dan P. James M, Kadinas Dikjar Provinsi Papua (selengkapnya baca di http://gatothp2000.wordpress.com/2008/02/23/60-titik-pertemuan-mgmp-berbasis-it-akan-di-bangun-di-papua/.
Setelah melalu proses registrasi dan pengajuan tertulis dalam bahasa Inggris dan wawancara melaului audio (HP) dinyatakan secara tertulis dengan menandatangani MoU, P.Aries, P. Jamal dan saya diterimana menjadi “local consultan” dang bergabung dengan WorldBank Team terdiri dari 2 orang Amerika, 1 Orang Belanda dan 1 Orang Singapura (bermukim dan bekerja di Australia) yang rata-rata sudah Expert semua. ,
Selanjutnya setelah mengikuti kegiatan Tim Pendamping Biro KLN, Hotel Pitagiri, 3 Maret 2008, kami langsung bergabung dg tim worldbank di jayapura sebanyak 4 org, terdiri dari 2 dari amerika, 1 dari belanda, 1 dari singapura dan 3 (p.aries. p.jamal dan saya) menjadi 1 tim. setelah berdiskusi. p.aries standby di provinsi, sedangkan kami langsung fly to wamena…
begitu tiba tim langsung observasi lapangan…. saya sendri dibantu dg teman smk yapis wamena jalan2 ke ict, dinas dan keliling kota wamena yg udaranya dingin seperti di lembang.
kondisi jardiknas di dinas pendidikan kab. jayawijaya stabil.. semerntara koneksi hanya di lingkungan dinas pendidikan saja. sudah terpasang antena grid dg ketinggian 20M. saya belum cek langsung apakah berfungsi ato tidak karena wkt itu hari minggu. Selanjutnya melihat dari dekat kondisi ICT SMA N 1 Wamena yang sudah di pasang antena sektoral akan tetapi TIDAK BERFUNGSI sama sekali. Jadi ya ngangkrak setelah mendapat bantuan 175juta th 2006 lalu. saya belum tahu penyebabnya apa. Kemungkinan besar masalah SDM.
Kmudian hari berikutnya kami 3 org berkunjung ke Distrik bokondini dengan lama perjalanan 8 jam perjalan dengan kondisi jalan yang membuat nyali keder juga…lumpur, licin, batu, sungai.. jurang… jembatan putus.. wewww…bisa balik ke wamena bersyukur rasanya…Alhamdulillah.. pengalaman yg tak terlupakan.
Beberapa sekolah kita kunjungi dengan hasil yg membuat realitas yg sebelumnya setengah nyata.. menjadi kenyataan… real… dimana bnyk hal yg kami dapat diantaranya… tidak ada listri, jumlah guru kurang, fasilitias kurang, komputer tidak ada.. buku2 pelajaran kurang bahkan tidak ada…dan sebagainya2.. Jika dibuat cerita gak ada abis nya.
Dengan ditemani salah seorang staf perencanaan dari kab. tolikara yang sudah malang melintang di daerah pegunungan – dataran tinggi semua, kami mendapatkan bnyak hal masalah pendidikan.
Besok hari ketiga kami dari tim akan mengunjungi sekolah2 dengan BERJALAN KAKI dan akan MENGINAP DI PERJALANAN…. wewww… bekerja dengan orang asing tidak seenak yg dibayangkan.. tp apapun kondisinya … ini merupakan pengalaman yg tak terlupakan… Mohon doa dari rekan2 agar diberikan kesehatan. Amin. Misi ini site visits ini akan berakhir tgl 10 maret di biak. dari wamena kembali ke jayapura.. lanjut ke merauke, kembali lagi ke jayapura, lanjut ke biak.

mantap
selamat berkarya sobat
p tamam, gmn perkembangan ict di papua,mungkin anda sdh bisa mengusulkan titik2 yg mungkin utk di kembangkan dlm 5 thn yad dan di tempatkan di blok anda pemikiran2 anda utk kemajuan anda…
Matur nuwun P.Gatot HP sudi mampir ke blog saya… Barangkali pembicaraan saya dengan Bapak setelah bertemu dengan indotech (Phillipines) setelah kegiatan tim pendamping kemaren di SEAMOLEC menjadi acuan Bapak untuk pengemban ICT di kabupaten2 di Papua. Tambahan lagi, mudah2 an program Dikjar Provinsi bekerja sama dengan Worldbank akan terealisasi dengan menanam benih 60 titik ICT di 20 Kab/kota di Papua dalam waktu yang tidak terlalu lama, sehingga kami bisa men “sharing” apa yg kami kuasai kepada teman2 laennya di Papua dengan membekali mereka MRIT dsb.