User Bandwith Management di Mikrotik ini dibuat atas permintaan Bapak Ali dari kunjungannya ke blog ini. OK, pertama-tama kita akan buat Traffict Shapping. Traffict Shapping ini berfungsi untuk mengatur secara keseluruhan traffict dari bandwith (BW) yang kita miliki. Oleh karena itu pula Traffict Shapping ini juga berfungsi untuk mengatur keluar dan masuk nya BW dari client request. Dibawah ini adalah gambar Traffict Shapping dengan kapasitas BW 512Kbps download dan 100Kbps upload. Sesuaikan dengan kapasitas BW yang anda miliki. Berikut ini gambar nya :

Keterangan :
Untuk membuat Traffict Shapping liat tanda garis warna merah, masuk winbox, klik menu Queue, Simple Queue, klik tanda + , kemudian isikan kolom Name : Traffict Shapping (atau terserah anda), Dest. Address adalah IP NETWORK LOCAL anda, sesuaikan dengan ip local anda, interface All, Type downsteam-pcq dan upstream-pcq merupakan hasil dari konfigurasi sebelumnya. Oleh karena itu disarankan anda untuk mempelajari nya terlebih dari tutorial yang berhubungan dengan Mangle dan Queue Type. Jika sudah selesai klik Apply, OK. maka anda sudah menentukan Traffict Shapping.
Setelah kita menenentukan Traffict Shapping, selanjutnya kita menentukan BW yang akan kita berikan kepada para Client. Berikut ini adalah contoh Setting annya :

Contoh di atas adalah pemberian BW 32k/32k untuk donwload dan upload, penentuan BW ini terserah anda. silakan disesuaikan dengan keingian anda akan tetapi jangan terlalu kecil. Caranya mudah saja, sama dengan setting-an Traffict Shapping, klim menu Queue, Simple Queue, klik tanda +, kemudian isikan Name dengan Nama dari client anda, contoh di atas adalah client dengan nama SMP 1, silakan sesuaikan dengan nama client anda. selanjutnya sesuaikan dengan gambar diatas, INGAT, jangan salah memasukkan IP client dan mengklik menu Advanced, Parent klik Tanda panah pilih Traffict Shapping (hasil dari settingan Traffict Shapping), klik Apply dan OK. Maka client pertama sudah muncul. Sudah begitu saja Boz… simple kan.
Nah itu baru satu client, untuk membuat client ke 2 dan seterusnya tidak perlu meng klik tand + lagi, cukup double click settingan client pertama, kmudian klik menu Copy, muncul pesan, klik Yes saja, kemudian kita ganti Name dari Client untuk client 2, ganti IP nya, dan BW berapa yang akan kita berikan.. Lihat gambar di bawah ini :

Demikian seterusnya anda lakukan hal yang sama untuk client-client berikutnya sebanyak client yang anda punya. INGAT… jika tidak di masukkan dalam Queue, maka Client akan menggunakan BW yang tersedia di Traffict Shapping.. hehehe oleh karena itu.hati hati jangan ada yang terlewati, kecuali untuk IP Administrator… sebaiknya tidak di masukkan kedalam Queue..kekekekeke.. Nakalan yaaa.. huahahahaa.. Ini perlu karena dibutuhkan BW cukup untuk kebutuhan emut emut… eh unntuk Remote Router MIkrotik nya Bozzz….
Finally.. jika sudah di setting semua client akan nanmpak sepertih pada gambar dibawah ini :

NB: Maaf, Nama client sengaja di blok warna merah karena pasti tidak sama dengan settingan anda… jadi gak perlu Bozzzzzzzz….
Wokeh wokeh.. segitu dulu aja kalo kurang ya ditambahi sendiri.. FYI, Gambar di atas dibuat pada saat client pada Tidur… hihihi…tambahan lagi, dengan menggunakan optimasi cache, settingan web-proxy dengan benar, maka hasilnya sangat memuaskan.. dalam keadaan BW kosong tidak ada yang menggunakan, saya bisa download sampai dengan kecepatan/speed mencapai, 2Mbps lebih.. meskipun BW yang ada hanya 512Kbps,dengan menggunakan IDM (internet download manager) hehehe.. wuss wuss wusss.. download debian iso utk LKS..

Dear Mas Tamam,
Sebelumnya salam kenal ya.. terima kasih blognya sangat bermanfaat.
Btw, tentang bahasan di atas, saya mau tanya bisa dijelaskan secara singkat ga tentang penggunaan Limit At, Max Limit, Burst Limit, Burst Threshold dan Burst Time terus kenapa di Max Limit ditulis 64k/256k bukannya bandwidth yang ada 100k/512k terus sisanya buat apa?
Terima kasih.
Salam,
Beck
Mantap . . .
Btw, semoga berkenan menjawab.. saya masih bingung setting yang pas buat konfigurasi yang saya punya.
begini ceritanya: Di Mikrotik saya pasang 4 Interface Card. 3 public dan 1 local. Interface pertama saya set ip public utk internet gateway, interface kedua saya set ip public yang di NAT ke mail server local, ketiga diset ip public dan di NAT ke server aplikasi local dan interface terakhir diset ip local.
Awalnya saya set sprti itu untuk membagi jalur dan traffic dari masing2 data seperti mail, aplikasi dan browsing internet user. Tapi ternyata rule yang saya buat tdk bisa mengatur traffic dari semua interface tsb.. pusing jadinya.. he..
Mungkin Mas Tamam punya pengalaman dan ilmu lebih yang bisa dibagi..he, bagaimana set B/W dan firewall utk konfigurasi tsb?
Atau ada saran yang lebih bagus utk merubah konfigurasi yang saya punya.
Terima kasih.
Salam,
Beck
Dear Mr. Beck, wuaaah.. settingan yg akan di oprek lumayan juga neh Pak. Hmmm.. saya mengasumsikan bahwa dibelakan Mikrotik yang Bapak setting sudah ada PC server dan PC Aplikasi Local.
Sepengatahuan saya.. Mikrotik ini difungsikan untuk Routing/Proxy. Jadi sebaik nya untuk settingan Bapak, saran (saja neh) saya fungsikan Mikrotik sebagai Proxy, sehingga kurang lebihnya begini (silakan mencari referensi untuk perbandingan) :
Mikrotik/Proxy ——– Linux Suse (atau distro yang laen) ——Client
Dengan gambaran sebagai berikut :
Mikrotik (Proxy) (1 ip public dan ip local)
Pc 1 (server local) dengan 2 eth ( 1 public dan 1 local) + PC 2 ( Server Aplikasi Local) 2 eth (1 ip public dan 1 ip local) —> Client ( Ip local)
Keterangan :
1. Mikrotik Proxy dengan ip public 118.98.xxx.xxx/29 ip local 192.168.1.254/24
2. Pc Server dengan ip pulic misalnya 11.98.xxx.xxx/29 ip local 192.168.1.253/24
3. Pc Server Aplikasi dengan ip pulic misalnya 11.98.xxx.xxx/29 ip local 192.168.1.252/24
Kelompokkan IP Public dalam 1 Switch Hub Publik dan Kelompokkan ip local ke Swicthhub Local
Kesimpulannya,
Ip local dibuat 1 network dengan asumsi mempermudah NAT Rule,
Semua traffic internet dari Pc Server dan Aplikasi di Nat redirect ke ip local Mikrotik Proxy
Demikian mudah2 an membantu. Untuk lebih detail nya bisa YM an Boz…
Salam
Tamam
Dear Mas Tamam,
Terima kasih sarannya, sebenarnya kendala saya ada pada server local (mail server), kalau dipasang 2 interface selalu ada masalah di interface public, meskipun sudah dibolak balik tetep interface yang mengarah ke public yang selalu bermasalah (sering hang). Itulah sebabnya kenapa saya set interface dan ip publicnya di mikrotik dan di nat ke server local dengan harapan bisa mengakses server local dari internet (misalnya: webmail).
Ok Thanks.. nanti nanya lagi..
Salam,
Beck
Mas Tamam,
Kalau pengaturan bandwidth dengan cara seperti yang diuraikan dalam artikel di atas, bagaimana rule jika kita mau melimit website tertentu seperti youtube, friendster atau facebook? sebab saya sdh coba tapi sepertinya ga jalan.
Terima kasih.
Salam,
Beck
Dear Mr. Beck… Untuk rule di atas ada hubungannya dengan mangle and queue… nah selanjut jika dua rule tersebut sudah di set, lakukan queue tree… . queue tree ini menentukan antrian dengan type upstream pcq di arahkan ke ip public dan downstream pcq di arahkan ke ip local. Pastikan type queue pcq nya udah di add di rule Queue Types nya Bozz…
Hayooo di cek lagi..
Seeeep…
Btw, biasanya youtube atau facebook tuh punya server n IP lebih dari satu ya, nah untuk membuat mangle yang efektif kita tandai berdasarkan content apa ip address ya? atau bisa pake script? sebab kita ga tau dia pake ip berapa aja..
Tq.
Beck
Dear Mr. Beck.. you are Back again.. hahahaha… Yup betul apa yang Mr.Beck sampaikan.. youtube memiliki lebih dari 1 ip. untuk mengecek gunakan cara melalui ping. dibawah ini hasil ping ke youtube :
1. C:\Documents and Settings\Admin>ping http://www.youtube.com
Pinging youtube.l.google.com [208.117.236.76] with 32 bytes of data:
Reply from 208.117.236.76: bytes=32 time=753ms TTL=236
Reply from 208.117.236.76: bytes=32 time=785ms TTL=236
Reply from 208.117.236.76: bytes=32 time=929ms TTL=236
Reply from 208.117.236.76: bytes=32 time=915ms TTL=236
Ping statistics for 208.117.236.76:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 753ms, Maximum = 929ms, Average = 845ms
2. C:\Documents and Settings\Admin>ping youtube.com
Pinging youtube.com [208.117.236.69] with 32 bytes of data:
Reply from 208.117.236.69: bytes=32 time=954ms TTL=236
Reply from 208.117.236.69: bytes=32 time=895ms TTL=236
Reply from 208.117.236.69: bytes=32 time=842ms TTL=236
Reply from 208.117.236.69: bytes=32 time=763ms TTL=236
Ping statistics for 208.117.236.69:
Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 763ms, Maximum = 954ms, Average = 863ms
perhatikan ping saya lakukan yaitu 1. ping http://www.youtube.com dan ping youtube.com …
hasilnya berbeda IP nya meski domain youtube sama. Setelah di panggil 2 ip yang berbeda tersebut (208.117.236.76 dan 208.117.236.69) melalui browser, ternyata contentnya sama.
Kesimpulannya.. jika Mr.Beck bertanya berdasarkan content atau ip ?? Menurut saya sebaiknya domain/content, mengapa ?? karena domain bisa saja di redirect ke banyak ip. jadi ip bisa berubah-ubah.
Untuk facebook, coba lakukan hal yang sama dengan cara ping di atas.. hayoo di oprekkkkkkk bosss….
Salam dari Biak Papua
I am come back again. . .he..
P Kbr Mas Tamam..?
Saya mo ngrepotin lagi ney…, gimana ya caranya memblok email spam di mikrotik? soalnya sudah seminggu ini mail server dibuat kewalahan sama email spam.
saya sudah coba utak-atik di mikrotik tapi tetep aja blm jalan rule-nya…
ada solusi?
Terima kasih,
Salam,
Beck
Dear Mr. Back..
Sorry lambat balas karena ikut antar siswa LKS IT Support di Jakarta.
Menjawab pertanyaan Mr. Beck, sebetulnya gampang aja kok, inisialisasi domain yang menjadi spam, asalnya dari mana. nah abis tinggal dimasukkan di web proxy access aja lalu di denied.. .
Salam dari Kediri
Tamam
Internet download accelerator (IDA) menghabiskan bandwidth. Bagaimana konfigurasi di mikrotik biar semua user tidak bisa menggunakan IDA?
Memang IDM, IDA dan teman2 nya menyedot bandwith. oleh karena itu lah di buat queuing. Dengan cara Queue inilah user di limit bandwith nya agar tidak menggunakan bandwith secara keseluruhan atau rakus. Pastikan ip client yang sering menggunakan IDA,IDM di masukkan ke queue, limit bandwith nya, misalanya 32k/64k (upload dan download) maka ketikan menggunakan IDA/IDM, client tersebut tidak akan bisa menyedot bandwith dan akan mentok sampe 64Kbps saja.
saya jd tertarik nimbrung jg nih mas Tamam, walaupun aslinya mohon petunjuk, hehehehe.
Saya punya jaringan hotspot pake mikrotik v.3.1
pengaplikasian queue buat hotspot ini kok rasanya simple banget ya. soalnya limit bw-nya ternyata ga ngaruh kalo ada user yg make download manager.
Dari yg udah saya baca2, katanya download manager bisa diatasi make queue tree. Sedangkan fasilitas queue di hotspot cuman ke simple queue.
Tolong dikasih pencerahan nih mas.
Thanks sebelumnya.
Queue akan running jika settingan mangle benar.. pelajari dan oprek tutorial mangle nya …
Salam dari Biak
pak tolong dikirimin tutorial mensetting mikrotik serta cara membagi bandwith di tiap client
Tks for your visit. Walah.. di menu category dah ada smua boz…. hayo di baca-baca dan dipelajari lagi.. di oprek..
salam dari biak papua
Tamam
pak tamam mau tanya saya pakai vsat sering ada tulisan ini
Web Acceleration Client Error (509.2) – Upstream TCP Receive Failure (Web Server)
ini masalahnya kenapa ya ,
Waduh bos.. vsat nya pake provider mana ya…. kalo vsat itu hubungannya dengan satelit.. coba di confirm ke provider nya, mungkin aja lagi ada maintenance..
Nyari aplikasinya dimana yah…
aku browsing dternet gak ketemu-ketemu…, trims, sebelumnya, tolong di repply in my blog. or e-mail
wah asyik nih…….
kl kita pengen bagi rata bandwidth yg kita dapet berdasarkan jumlah komputer yg online gmn yah??
aku kan pake speedy jadi bandwidthnya gak pasti. trus aku bagi sharing pake dhcp. thahk bgt sebelumnya