RSS

User Bandwith Management di Mikrotik

09 Apr

User Bandwith Management di Mikrotik ini dibuat atas permintaan Bapak Ali dari kunjungannya ke blog ini. OK, pertama-tama kita akan buat Traffict Shapping. Traffict Shapping ini berfungsi untuk mengatur secara keseluruhan traffict dari bandwith (BW)  yang kita miliki. Oleh karena itu pula Traffict Shapping ini juga berfungsi untuk mengatur keluar dan masuk nya BW dari client request. Dibawah ini adalah gambar Traffict Shapping dengan kapasitas BW  512Kbps download dan 100Kbps upload. Sesuaikan dengan kapasitas BW yang anda miliki. Berikut ini gambar nya :

traffict-shapping1

Keterangan :

Untuk membuat Traffict Shapping liat tanda garis warna merah, masuk winbox, klik menu Queue, Simple Queue, klik tanda  + , kemudian isikan kolom Name : Traffict Shapping (atau terserah anda), Dest. Address adalah IP NETWORK LOCAL anda, sesuaikan dengan ip local anda, interface All, Type downsteam-pcq dan upstream-pcq merupakan hasil dari konfigurasi sebelumnya. Oleh karena itu disarankan anda untuk mempelajari nya terlebih dari tutorial yang berhubungan dengan Mangle dan Queue Type. Jika sudah selesai klik Apply, OK. maka anda sudah menentukan Traffict Shapping.

Setelah kita menenentukan Traffict Shapping, selanjutnya kita menentukan BW yang akan kita berikan kepada para Client. Berikut ini adalah contoh Setting annya :

contoh-simple-queue1

Contoh di atas adalah pemberian BW 32k/32k untuk donwload dan upload, penentuan BW ini terserah anda. silakan disesuaikan dengan keingian anda akan tetapi jangan terlalu kecil. Caranya mudah saja, sama dengan setting-an Traffict Shapping, klim menu Queue, Simple Queue, klik tanda +, kemudian isikan Name dengan Nama dari client anda, contoh di atas adalah client dengan nama SMP  1, silakan sesuaikan dengan nama client anda. selanjutnya sesuaikan dengan gambar diatas, INGAT, jangan salah memasukkan IP client dan mengklik menu Advanced, Parent  klik Tanda panah pilih Traffict Shapping  (hasil dari settingan Traffict Shapping), klik Apply dan OK. Maka client  pertama sudah muncul. Sudah begitu saja Boz… simple kan.

Nah itu baru satu client, untuk membuat client  ke 2 dan seterusnya tidak perlu meng klik tand + lagi, cukup double click settingan client pertama, kmudian klik menu Copy, muncul pesan, klik Yes saja, kemudian kita ganti Name dari Client untuk client 2, ganti IP nya, dan BW berapa yang akan kita berikan.. Lihat gambar di bawah ini :

copy-queue

Demikian seterusnya anda lakukan hal yang sama untuk client-client berikutnya sebanyak client yang anda punya. INGAT… jika tidak di masukkan dalam Queue, maka Client akan menggunakan BW yang tersedia di Traffict Shapping.. hehehe oleh karena itu.hati hati  jangan ada yang terlewati, kecuali untuk IP Administrator… sebaiknya tidak di masukkan kedalam Queue..kekekekeke.. Nakalan yaaa.. huahahahaa.. Ini perlu karena dibutuhkan BW cukup untuk kebutuhan emut emut… eh unntuk Remote Router MIkrotik nya Bozzz….

Finally.. jika sudah di setting semua client akan nanmpak sepertih pada gambar dibawah ini :

bandwith-overal

NB: Maaf, Nama client sengaja di blok warna merah karena pasti tidak sama dengan settingan anda… jadi gak perlu Bozzzzzzzz….

Wokeh wokeh.. segitu dulu aja kalo kurang ya ditambahi sendiri.. FYI, Gambar di atas dibuat pada saat client pada Tidur… hihihi…tambahan lagi, dengan menggunakan optimasi cache, settingan web-proxy dengan benar, maka hasilnya sangat memuaskan.. dalam keadaan BW kosong tidak ada yang menggunakan, saya bisa download sampai dengan kecepatan/speed mencapai, 2Mbps lebih.. meskipun BW yang ada hanya 512Kbps,dengan menggunakan IDM (internet download manager) hehehe.. wuss wuss wusss.. download debian iso utk LKS..

 
33 Comments

Posted by on April 9, 2009 in Tutorial Mikrotik

 

33 responses to “User Bandwith Management di Mikrotik

  1. engel

    July 7, 2009 at 10:56 pm

    pak tamam mau tanya saya pakai vsat sering ada tulisan ini

    Web Acceleration Client Error (509.2) – Upstream TCP Receive Failure (Web Server)
    ini masalahnya kenapa ya ,

     
    • tamam_papua

      July 11, 2009 at 12:08 am

      Waduh bos.. vsat nya pake provider mana ya…. kalo vsat itu hubungannya dengan satelit.. coba di confirm ke provider nya, mungkin aja lagi ada maintenance..

       
  2. Mr Isanputra

    July 18, 2009 at 2:09 pm

    Nyari aplikasinya dimana yah…

    aku browsing dternet gak ketemu-ketemu…, trims, sebelumnya, tolong di repply in my blog. or e-mail

     
    • tamam_papua

      July 18, 2009 at 2:28 pm

      Dear Isan, tks for your visit to myblog…
      Unntuk User bandwith management yg dimaksud adalah memanage bandwith untuk smua user melaluli queue (antrian). Jadi tidak menggunakan aplikasi installer.

      Salam dari Biak Papua

       
  3. fadholi

    July 21, 2009 at 11:52 pm

    wah asyik nih…….
    kl kita pengen bagi rata bandwidth yg kita dapet berdasarkan jumlah komputer yg online gmn yah??
    aku kan pake speedy jadi bandwidthnya gak pasti. trus aku bagi sharing pake dhcp. thahk bgt sebelumnya

     
  4. victortengker

    November 23, 2009 at 2:22 am

    Pak Tamam,
    bisa tanya konfigurasi mangle untuk bandwidth management seperti pada topik ini…?
    trims

    Salam dari Kota Tomohon

     
    • tamam_papua

      January 31, 2010 at 2:22 pm

      Halooo Tomohon.. Pakabar… Salam buat Pak Santri ya.. ini settingan mangle nya.. silakan di sesuaikan dengan ip network local nya ya..


      /ip firewall mangle add chain=forward src-address= 192.168.168.0/24 action=mark-connection new-connection-mark=NET1-CM
      /ip firewall mangle add connection-mark=NET1-CM action=mark-packet new-packet-mark=NET1-PM chain=forward
      /ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=192.168.168.0/24 protocol=icmp action=mark-connection new-connection-mark=ICMP-CM passthrough=yes
      /ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=ICMP-CM action=mark-packet new-packet-mark=ICMP-PM passthrough=yes
      /ip firewall mangle add chain=prerouting packet-mark=ICMP-PM action=change-tos new-tos=min-delay
      /ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=192.168.168.0/24 protocol=tcp dst-port=53 action=mark-connection new-connection-mark=DNS-CM passthrough=yes
      /ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=192.168.168.0/24 protocol=udp dst-port=53 action=mark-connection new-connection-mark=DNS-CM passthrough=yes
      /ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=DNS-CM action=mark-packet new-packet-mark=DNS-PM passthrough=yes
      /ip firewall mangle add chain=prerouting packet-mark=DNS-PM action=change-tos new-tos=min-delay

       
  5. mand41l1nc

    January 30, 2010 at 8:24 pm

    Salam kenal pak,

    Wah artikel2 bapak banyak menginspirasi saya terima kasih banyak semoga menambah pahala dan ilmu bapak makin lancar dan terus di share…amin, sebelumnya saya telah lancang add ym bapak semoga bapak berkenan hehehe…

    begini pak saya punya pertanyaan yang mungkin simple bagi bapak hehehe…begini ilustrasinya

    ISP —– Mikrotik {Q1}—–switch——Client {Q2}

    Q = question/pertanyaan saya

    Q1
    – Saya mau membuat user/client yang mendaftar saja bisa connect walaupun user nakal tau ip tapi tetap tidak bisa connect, kalo bisa settingnya bagaimana??
    – Apakah proxy di mikrotik bisa mumpuni atau harus pake server tersendiri kayak tuts bapak tentang clarckconnect biar bagus kayak promosi bapak
    – Karena sekaligus untuk mengakomodir para gamer komplek saya bagaimana setting agar gamer tidak terganggu jika user lain sedang browsing dan download sehingga tidak menimbulkan lag/delay sewaktu bermain
    – Perbedaan dengan Mikrotik di instal di PC dgn membeli RB apa pak dalam segala sisi??
    – Karena saya juga sedang belajar FreeBSD apakah FreeBSD bisa menggantikan fungsi Mikrotik dengan segala kelebihan mikrotik??

    Q2
    – Berapa besar jumlah client yang bisa bergabung
    – Apakah jumlah client berhubungan dengan /29 atau /25 di penulisan misal 192.168.1.0/25 jika ya bagaimana perhitungannya

    kayaknya itu saja dlu pak, semoga tidak kebanyakan hehehe….soalnya setelah menginstall mikrotik dan melihat beberapa tutorial saya masih bingung karena konsep belum saya kuasai….semoga dengan penjelasan bapak saya bisa langsung mengetahui konsepnya.

    Jangan lupa berkunjung ke blog sederhana saya ya pak

    http://www.saktinasution.wordpress.com

    salam

    Arga

     
    • tamam_papua

      January 30, 2010 at 9:02 pm

      Salam kenal juga. Terima kasih atas comment… Alhamdulillah bisa berguna bagi orang lain. Tularkan ke yang lain ya Pak…

      Salam dari Biak Papua

       
      • mand41l1nc

        January 30, 2010 at 9:58 pm

        untuk jawabannya mana pak?? hehehe lupa ya …amin semoga bisa berbagai

         
      • tamam_papua

        January 31, 2010 at 6:17 am

        Maaf.. kelupaan tadi pas buka langsung di appove tanpa melihat seluruhnya… Well.. menjawab perntanyaan Bapak yang buanyaaaak itu.. (wakakakka) berikut jawabannya…
        1.Memang banyak yang mengeluh dengan proxy nya mikrotik.. terutama untuk versi 2, namun untuk versi 3 ke atas sudah lumayan stabil. Hehehe saya tidak promosi lho Pak.. itu hanya hasil oprek an aja kok.. namanya juga share… mau pake ya silakan. Intinya sama saja mau pake CC ato Debian, Ubuntu, Suse, Centos, Redhat dan teman-temannya. Tujuan utamanya adalah Linux Proxy yang di bangun adalah untuk memperkuat proxy mikrotik sehingga akses lebih cepat .
        2.Untuk memisahkan para gamer dan yang browsing.. sebaiknya di buat loadbalanding, dimana ada 2 ip local yang satu untuk gamer, dan yang satu untuk browsing.. silakan cari di google untuk ini. Saya pernah menemukan artikel nya..
        3.RB lebih murah dibandingkan PC. Saya membeli rb750 hanya Rp 450.000 kmudian power listrik juga paling Cuma 12v, bandingkan aja kalau membeli CPU…. Hehehhe… intinya sama aja yg penting settingan nya bener… kekekeke… Nah PC nya di jadikan mesin proxy aja kan … gitu aja kok. Ya memang Memory , hd di RB terbatas… Oleh karena itu fungsinya di jadikan router, sedangkan proxy nya di arahkan ke PC.
        4.Seperti yg saya katakana di atas, membangun server dan router tergantung selera Pak.. mau pake Blangkon juga bisa… hiihii…. Masing-masing administrator memiliki kesukaan yang berbeda-beda.. tergantung jago nya dimana… jika Bapak master di FreeBSD silakan di oprek lebih mendalam FreeBSD nya… atau mau pake Centos… Slackware… up to u Bos…. . Masing-masing OS memiliki tingkat kemudahan yang di tawarkan, tinggal pilih… . Jika Bapak Tanya saya pake yang mana ?? Saya jawab ya yang saya kuasai itulah yang saya gunakan… tentunya terus mencoba berbagai distro yang laen… no day without ngoprek gitu loh….
        5.Berapa jumlah klien yg bisa tergabung ?? hehehhe… jika mau bisa sampai tak terbatas Pak.. Bayangkan 1 IP client di jadikan router… di bawah router di router lagi.. terus di router lagi… dst… itu untuk satu IP.. jika menggunakan netmask /24 brarti ada 253 ( 0 dipake network dan 255 di pakai broadcast) IP yang bisa konek.. silakan di hitung sendiri
        6./29= hanya ada 6 ip, netmask=255.255.255.248 biasanya ini untuk IP Publik, 1 ip network, 1 ip modem dan 4 lainnya yg bisa di gunakan. Untuk menghitung IP dan Netmask silakan download software Pak… http://www.radmin.com/index.php silakan cari menu di bawah Advanced IP Calculator… gampang kok…. Eheheheheheheh…. Kalo belajar kayak di kuliah.. lama.. capeee deeeehhhhh
        Demikian yang bisa saya jawab.. jika kurang puas.. silakan berkunjung ke Mbah Google yang sakti.. seperti sakti nasution … wakakakakak guyon boz….
        Salam dari Biak Papua

         
      • mand41l1nc

        January 31, 2010 at 6:38 pm

        Thanx pak bos untuk jawaban….ribet nih manggilnya kadang bapak kadang boz hehehe…guyon aku rek….

        untuk jawaban no.6 wah elmu baru tuh rupanya radmin ada calc nya juga toh ngapain mesti ke website calc ya ga?? kekeke….

        memang google e pancen oye alias sakti mandraguna koyok mas iki hehehe…. tapi e klo ra ngerti gunain “keyword” yo podo mawon ta?? jawaban no 2 iku yang aku ra ngerti wong ngambang ngene…ono referensi ra mas?? opo mas isu ngandani aku piye settingan ne nek misalkan sesuai karo ilustrasi iki

        ISP —– Mikrotik {Q1}—–switch——Client [Gamer]
        |
        |——– Client [Browsing]

        hahaha…..edan wes susah aku ngomong jawa wes lali kabeh…ngisin-ngisini…:D

        maksud ilustrasi tadi klo mau browsing cek ke proxy dlu, ada apa ga klo ada ya lanjut jika ga ada baru ke urlnya langsung tapi tetap dibatasi bw-nya biar ga ngeganggu game, kalo gamer langsung [karena kebanyakan game menggunakan jaringan IIX jadi langsung aja atau harus di kasih policy pembagian maksimal dan minimal juga mas??]

        hahaha…nakoni meneh…orapopo toh mas…maklum aku ndeso….hehehe….dibantu ya mas amin…..[sambil memanjatkan doa hahaha…]

        salam dari Sumut

         
  6. mand41l1nc

    January 31, 2010 at 6:39 pm

    wes…. lali aku mas….blog e wes tak link ke blog aku senenge aku rek…iso koncoan karo master…

     
  7. victortengker

    March 30, 2010 at 9:21 am

    Pak Tamam yth,
    ini Pak, saya kesulitan setting bandwidth untuk hotspot dengan menggunakan mikrotik user manager. mungkin bisa dibantu Pak…?
    saya menggunakan RB750 Mikrotik 3.30
    IP lokal saya 192.168.88.0/24
    terima kasih atas bantuannya

     
  8. Soetrisna Ahf

    January 30, 2012 at 7:59 pm

    MAAF sy baru soal mikrotik, ini mikrotik sy pasang di jaringan linkungan kerja saya. tolong sy di bantu untuk mbatasi IDM dengan mikrotik. soalnya ada satu kompi yg donlot pake idm membuat kompi yg laen jadi macet aksesnya. terimakasih, sya tunggu jawabnya pak. nuwun

    oh ya ini konfigurasi sy saya pake:

    modem/speedy 1m –> mikrotik rb750 –> hub –> client (1-12)

     

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: